Kamis, 18 September 2008

Resah Jiwa

Tak terhitung berapa detik tlah berlalu
Tak terhitung berapa waktu tlah menyapa dengan pesona warna jiwa
Terkubur dalam kubangan yang hampir tak ‘kan pernah sirna
Terseret hati dalam cahaya pekat

Diam terpaku pada satu sudut relung hati yang sepi
Bergejolak mengembara tak pasti
Terpuruk pada satu titik yang pasti
Lemah hati, lemah jiwa

Terbawa terbang menuju arwana dunia
Gelap pekat tanpa sekat

Galau jiwa, terisak hati rindu tuk kembali
setitik cahaya meski tak “menerangi”menjadi kerinduan yang tak terperi
tersentak dalam sisi hatimencari sebuah jati diri
untuk bersegera kembali pada jalan Ilahi

Tidak ada komentar: