Kamis, 18 September 2008

Resah Jiwa

Tak terhitung berapa detik tlah berlalu
Tak terhitung berapa waktu tlah menyapa dengan pesona warna jiwa
Terkubur dalam kubangan yang hampir tak ‘kan pernah sirna
Terseret hati dalam cahaya pekat

Diam terpaku pada satu sudut relung hati yang sepi
Bergejolak mengembara tak pasti
Terpuruk pada satu titik yang pasti
Lemah hati, lemah jiwa

Terbawa terbang menuju arwana dunia
Gelap pekat tanpa sekat

Galau jiwa, terisak hati rindu tuk kembali
setitik cahaya meski tak “menerangi”menjadi kerinduan yang tak terperi
tersentak dalam sisi hatimencari sebuah jati diri
untuk bersegera kembali pada jalan Ilahi

Rabu, 17 September 2008

Syair Cinta Untuk Kekasih

Sayangku,
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu

yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni

ada rona yang dilukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
sayangku,

malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa…
Fantasi Cinta
Riuh… ramai… gaduh… dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
Badan terasa sejuk…Segar tak terkirakan

Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jantung menukik pelan

Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang

Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira…Jiwa pun lega…
Ya Allah…Abadikan keadaan ini

Agar menjadi pedoman
Bagi hati yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang

Alam jiwa bergembira ria
Serentak…Jiwa-jiwa riang berdansa di sekitar taman hati
Oooh…Indahnya fantasi cinta

Senin, 15 September 2008

Wajahmu

Mungkin kau berencana pergi,
seperti ruh manusia
tinggalkan dunia membawa hampir semua
kemanisan diri bersamanya

Kau pelanai kudamu

Kau benar-benar harus pergi
Ingat kau punya teman disini yang setia
rumput dan langit

Pernahkah kukecewakan dirimu ?
Mungkin kau tengah marah
Tetapi ingatlah malam-malam
yang penuh percakapan,
karya-karya bagus,
melati-melati kuning di pinggir laut

Krinduan, ujar Jibril
biarlah demikian
Syam-i Tabriz,
Wajahmu adalah apa yang coba diingat-ingat lagi oleh setiap agama

Aku telah mendobrak kedalam kerinduan,
Penuh dengan nestapa yang telah kurasakan sebelumnya
tapi tiada semacam ini

Sang inti penuntun pada cinta
Jiwa membantu sumber ilham

Pegang erat sakit istimewamu ini
Ia juga bisa membawamu pada Tuhan

Tugasku adalah membawa cinta ini
sebagai pelipur untukmereka yang kangen kamu,
untuk pergi kemanapun kaumelangkah
dan menatap lumpur-lumpur
yang terinjak olehmu

muram cahaya mentari,
pucat dingding ini

Cinta menjauh
Cahayanya berubah

Ternyata ku perlu keanggunan
lebih dari yang kupikirkan
Blog Ini punya aku pribadi yang aku buat untuk mengekspresikan kegiatan ku sebagai wujud dari rasa syukurku pada Tuhan.